Langsung ke konten utama

Radio jadi dakwah




A. Pengertian radio

Radio adalah alat untuk menyampaikan suara dengan menggunakan gelombang magnetis yang kecepatanya sama dengan gelombang cahaya, yaitu 186.000 mil perdetik.
Dilihat dari jenisnya radio dapat di bedakan menjadi dua, yaitu radio amatir dan radio siaran. Radio amatir adalah seperangkat pemancar radio yang di gunakan oleh seseorang penggemar untuk menghubungkan dengan penggemar lainnya. Sedangkan radio siaran adalah radio yang menyiarkan program dalam bentuk siaran kesenian, sandiwara, warta berita dan lain- lain, baik siaran langsung maupun siaran pers dari piringan hitam maupun pita kaset.
Dengan demikian radio adalah media pers yang hanya dapat didengar dan dipancarkan dari suatu studio dan ditangkap oleh antena pada alat penerima siaran.
Sifat radio dan sifat pendengar radio

Dalam rangka memproduksi asiaran yang hendak disampaikan, maka sangat perlumemperhatikan beberapa sifat radio, karena dalam menyiarkan suatu acara sebaiknya kita harus mengetahui bagaimana kondisi atau status masyarakat yang menjadi pendengar adara kita, karena dengan mengatahui hal tersebut kita akan lebih mudah untuk menyesuaikan apa yang mereka butuhkan. Adapun sifat-sifat pendengar radio, yaitu :
Heterogen. Pendengar radio adalah massa, sejumlah orang yang sangat banyak yang bersifat heterogen, terpencar-pencer di berbagai tempat, di kota dan di desa, di rumah, pos tentara, asrama, warung kopi, dan sebagainya.
Pribadi. Karena pendengarnya berada dalam keadaan heterogen, terpencar-pencar di berbagai tempat dan umumnya di rumah-rumah, maka sesuatu isi pesan akan dapat diterima dan di mengerti, kalau sifatnya pribadi personal sesuai dengan situasi di mana pendengar itu berada.
Aktif, karena bila menjumpai sesuatu yang menarik dan sebuah station radio, mereka aktif berfikir dan interpretasi.
Selektif. Pendengar akan memilih program radio siaran yang disukainya dan disenanginya.

B. Kelebihan dan kelemahan radio

Media radio siaran dianggap sebagai media komunikasi yang efektif. Hal demikian dikarenakan radio siaran memiliki beberapa kelebihan, diantara lain :
Memiliki daya langsung. Pesan dakwah dapat disampaikan secara langsung kepada khalayak, proses penyampaian tidak begitu rumit atau kompleks.
Memiliki daya tembus. Siaran radio menjangkau wilayah yang luas, semakin kuat daya pemancarnya semakin jauh jarak siarnya.
Memiliki daya tarik, yaitu terpadunya suara manusia, suara musik, dan bunyi tiruan sehingga mampu mengembangkan daya rekam pendengarnya.
Adapun kelemahanya sebagai berikut :
Siaranya hanya sekali didengar tidak dapat di ulang memang dari pusat pemancarnya.
Terikat oleh pusat pemancarnya dan waktu siaran, artinya siaran radio tidak setiap saat dapat didengar menurut kehendak(pendengar)
Terlalu peka akan gangguan sekitar, baik bersifat alami maupun teknis.
Dari uraian di atas, sangat jelas bahwa radio termasuk salah satu saluran media komunikasi masa, dengan demikian, maka fungsi radio sama de ngan fungsi komunikasi massa, yaitu menyamaikan informasi, mendidik, menghibur dan mempengaruhi.
Kegiatan dakwah islam merupakan tugas kita semua sesuai dengan yang di sampaikan oleh para Nabi terdahulu hingga Nabi Muhammad S.A.W yang perlu kita semua lanjutkan sebagai umatnya hinga sepanjang masa.

C. Peran Radio dalam dakwah

Dakwah radio atau dakwah melalui radio artinya memperlakukan dan memanfaatkan media paling populer di dunia ini seperti: channel, sarana, atau alat untuk mencapai tujuan dakwah.Jenis program dakwah di radio, selain ceramah dan dialog Islam(talkshow), Materinya terjemahan hadits, ayat Al-Quran, ungkapan sahabat Nabi Saw,nasihat ulama, atau mutiara kata Islami. Jadi, di tengah keasyikan menikmati –misalnya--lagu-lagu pop Indonesia, para pendengar “didakwahi” secara “tidak sadar”. Para da’i dan lembaga-lembaga dakwah harus memanfaatkan radio untuk menebarkan risalah Islam.
Dakwah merupakan suatu usaha untuk mengajak, menyeru dan mempengaruhi manusia agar selalu berpegang pada ajaran Allah guna memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan akherat. Mengajak ke jalan Allah wajib hukumnya. Keberhasilan ajakannya mencerminkan prospek dan pelestarian perkembangan Islam di masa mendatang, sebab maju dan mundurnya agama terletak di tangan penganut-penganut-Nya.
Disinilah, maka bimbingan dan penyuluhan agama berperan dalam membangkitkan daya rohaniyah manusia melalui iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Di samping itu, sebagai landasan proses kegiatan dakwah dan penerangan agama yang harus dilaksanakan dalam berbagai lapisan masyarakat.

D. Faktor yang Mempengaruhi Kegiatan Radio sebagai Media Dakwah

Faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan radio sebagai media dakwah

 A.DayaLangsung
Daya langsung radio siaran berkaitan dengan proses penyusunan dan penyampaian pesan pada pendengarnya yang relatif cepat. Selanjutnya kita juga dapat melihat perbandingan daya langsung radio siaran dengan media cetak. Suatu pesan dakwah yang disampaikan melalui media cetak membutuhkan proses penyusunan dan penyebaran yang kompleks dan membutuhkan waktu yang relativ lama.

B.   DayaTembus
Daya Tembus merupakan Faktor lain yang menyebabkan radio dianggap memiliki kekutan, yaitu daya tembus radio siaran, dalam arti tidak mengenal jarak dan rintangan. Gunung-gunung, lembah-lembah, padang pasir, rawa-rawa maupun lautan dapat ditembus oleh siaran radio.

C.Daya Tarik
Yang ke-3 Daya tarik yang menyebabkan radio siaran mempunyai kekuatan ialah daya tariknya yang kuat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inovasi dakwah

 Modernisme Islam Menurut Fazlur Rahman Berawal dari kegelisahan paling mendasar dari seorang Fazlur Rahman, yang pasti juga dirasakan oleh banyak kalangan Muslim, yaitu kondisi di mana kaum Muslim telah menutup rapat-rapat pintu ijtihad, sehingga yang terjadi adalah stagnasi intelektual yang luar biasa. Rahman merasakan situasi ini sangat tidak kondosif untuk mengetengahkan Islam sebagai agama alternatif di tengah gelombang perubahan zaman yang kian dinamis. Tertutupnya pintu ijtihad misalnya yang dianggapnya telah mematikan kreatifitas intelektual umat yang pada awal-awal sejarah umat Islam tumbuh begitu luar biasa. Pada akhirnya Islam menjadi seperangkat doktrin yang beku dan tentu sulit untuk tampil memberi jawaban-jawaban atas problem keummatan di tengah gelombang modernitas. Penutupan pintu ijtihad ini, secara logis mengarahkan kepada taqlid, suatu istilah yang pada umumnya diartikan sebagai penerimaan bi la kaifa terhadap doktrin madzab-madzab dan otoritas-ororitas yang ...